Monday, February 20, 2017

Perbedaan perkembangan sawi sistem wick botol versus wick sterofoam.



   Saya tertarik menulis tentang hal ini karena kebetulan ada sawi yang awalnya sama, berasal dari semaian yang sama, namun tempat pembesarannya berbeda. Dan ternyata hasilnya berbeda seperti dapat dilihat pada foto dibawah ini.

Sterofoam
Botol Mizone

Pada sawi di sterofoam, daunnya terlihat lebih besar dan lebih banyak. Saat dilihat akarnya juga lebih besar yang berada pada sterofoam. Tanaman ini sendiri berumur lebih kurang 55 hari setelah semai.

Sunday, February 19, 2017

Selada Endive, beda dengan selada loose leaf umumnya

Selada Endive

     Pertama saya kira ini adalah jenis selada biasa atau Selada loose leaf pada umumnya, Dimana cirinya adalah daunnya yang terlihat keriting seperti itu, Tapi setelah tumbuh besar, ternyata daunnya tidak melebar. Pada selada loose leaf, daunnya akan melebar setelah dewasa walau tetap terlihat keriting, Tapi pada selada endive ini, daunnya akan tetap terlihat keriting, tidak melebar. bandingkan dengan daun selada loose leaf umumnya dibawah ini,

Monday, February 13, 2017

Perbedaan panjang akar Selada yang dibesarkan lebih dulu di sterofoam




       Sebelumnya saya pernah membahas mengenai perbedaan penanaman hidroponik pada sistem wick menggunakan botol dibandingkan sistem wick sterofoam disini MANFAAT MENGGUNAKAN SISTEM WICK DENGAN STEROFOAM DIBANDING BOTOL.

        Saat ini saya ingin membagikan perbedaan panjang dan besar akar tanaman selada. Yang mana pada tanaman pertama lebih dahulu dipindah ke sistem wick menggunakan sterofoam, sedangkan yang kedua berselang 2 minggu kemudian. 


FOTO PERTAMA : Tanaman yang lebih dahulu dipindah ke sistem wick sterofoam (sebelumnya di botol) 





FOTO KEDUA : Tanaman yang dipindah ke sistem wick sterofoam 2 minggu setelah foto pertama (sebelumnya di botol) 






    Dapat dilihat perbedaan dari foto pertama dengan kedua, dimana panjang akar dan besarnya secara rata-rata lebih besar yang dipindah ke sterofoam terlebih dahulu daripada di botol lebih lama. Hal ini menandakan memang akar lebih dapat berkembang di tempat yang lebih lebar juga.

sistem wick dengan sterofoam

Sekian kalau ada yang ditanyakan mari diskusi.

Perbedaan Semaian yang kutilang dan Semaian yang bagus





Setelah saya coba cari, ternyata masih ada foto dokumentasi semaian saya yang kutilang. Ciri yang langsung terlhat adalah batang semaian yang memanjang keluar dari rockwool.


Contoh semaian yang kutilang (kurus tinggi langsing) karena kuran sinar matahari saat semai


Sangat Kutilang, baru usia 3 hari

Cukup kutilang, usia sekitar seminggu

Sunday, February 12, 2017

Tahapan bertanam hidroponik sederhana dengan sistem botol



Sering buat pemula yang benar-benar baru belajar tidak tau bagaimana tahapan-tahapan mencoba berhidroponik dengan sistems ederhana wick botol. Beberapa teman saya yang tertarik denga hidroponik setelah saya kenalkan jga masih merasa bingung bagaimana cara atau tahap tahapannya. jadi saya mencoba menerangkan rangkaian tahapannya sejelas yang saya bisa. 

Untuk sedikit pengantar anda bisa baca disini DARIMANA MEMULAI HIDROPONIK?

OK sekarang kita akan bicara secara teknisnya. Disini saya akan bicara mengenai tanaman selada, sawi atau pakcoy dan sejenis. Bukan tomat, melon dan lainya karena tidak bisa memakai sistem wick. 
O ya, untuk alat-alat yang diutuhkan agar lebih jelas dapat dilihat disini 6 ALAT UTAMA DALAM HIDROPONIK SEDERHANA


1.Tahap pertama adalah menyemai (1-3 hari)

   Persiapan Bahan: Rockwool dan benih
   Tahapan: Potong rockwool sesuai keperluan, satu benih membutuhkan 2,5x2,5 cm. Buat tempat benih akan disemai di rockwool dengan membuat lubang pada bagian atas rockwool. Tempatkan benih satu persatu pada lubang yang sudah anda persiapkan tadi. Lubang tidak perlu terlalu dalam, cukup kira-kira 1cm saja dalamnya. Setelah semua lubang terisi, tempatkan semaian pada tempat yang gelap dan lembab, hal ini penting agar benih dapat berkecambah. Tempatkan semaian ditempat gelap sampai benih berkecambah biasanya 1-3 hari. Setelah benih berkecambah, segera pindahkan ke tempat yang terkena matahari. Biarkan tanaman masih di rockwool selama 2 minggu atau sampai tumbuh 3-4 daun sejati. Berikan nutrisi ab-mix setelah daun sejati tumbuh sehingga fotosintesis dapat dimulai.
Semaian kira-kira 1 minggu. Foto Threeya Koirulina


2. Memindahkan ke Botol (mulai hari 14-21/28

    Setelah tanaman berdaun sejati 3-4 buah, maka anda dapat memindahkannya ke botol yang telah anda siapkan. Isi nutrisi di tempatnya. Pada saat ini anda sudah mneggunakan nutrisi AB-Mix. Sesuaikan nutrisi AB-mix dengan jenis sayur. Misal selada memerlukan nurisi 500-700ppm sedangkan sawi memerlukan nutrisi hingga 1000 ppm. Tanaman berada di botol kurang lebih untuk 2-4 minggu tergantung pertumbuhan tanaman itu sendiri Intinya bila tanaman sudah terlihat besar melebihi botol maka siap dipindah. Karena bila tidak dipindah ke botol yang lebih besar, maka akar tanaman akan sulit berkembang dan daun juga sulit membesar. 




3. Memindahkan ke botol lebih besar (21 hari keatas)
     Fungsi dari pemindahan tanaman ke botol yang lebih besar agar tanaman sendiri dapat berkembang lebih lanjut. Untuk sistem dan cairan tetap sama saja. Menggunakan nutrisi abmix dan sistem wick. Hanya tempatnya saja yang lebih besar. Pemebesaran disini dilakukan hingga masa panen.




4. Panen (hari ke 45-60)
    Panen sebenarnya dapat anda lakukan kapan saja selama anda suka. tapi biasanya berkisar diantara hari 45-60 hari dengan catatan perkembangan tanaman baik, sedikit kutilang tidak apa-apa. Sebenarnya selada dapat tumbuh hingga sangat besar, namun rasanya menjadi pait. Oleh karena itu biasanya dipilih yang berukuran satu telapak tangan dewasa. 



Selada sudah bisa dipanen sebesar telapak tangan
 


  Sekian artikel kali ini, bila ada yang mau didiskusikan mari tulis dikolom komentar.

Kesulitan dalam berhidroponik selada, sawi dan tomat



1. Selada



       Kesulitan saya  bertanam selada selama ini adalah mengenai ketersediaan sinar amtahari. Memang bila kita hanya menanam selada sebagai Hobi tidak ada masalah yang mengganggu walau sinar matahari kurang. Selada akan tetap tumbuh dan disaaat matahari bersinar cerah, daun selada akan mekar. Namun bila kita menginginkan selada yang terlihat bagus seperti yang dijual di supermarket, maka ketersediaan sinar matahari sangat mempengaruhi. Dan bukan hanya ketersediaan matahari, tetapi juga intensitas cahaya matahari itu sendiri. 
    Bila sinar matahari kurang, maka batang selada akan memanjang. Semakin lama sinar matahari kurang, maka semakin panjang juga batang selada tersebut. Hal ini tentu memperburuk penampilan dari selada itu sendiri, dan bila dimasukkan ke pasar maka akan ditolak. Kemudian intensitas cahaya. Bila selada langsung terkena sinar matahari terik, maka sebagian daunnya akan layu dan bahkan sampai mengering. Saya belum tau apakah ini karena jumlah ppm nutrisi saya kurang atau memang seperti itu. 

Wednesday, February 8, 2017

Pengaruh Sinar matahari pada Selada Hidroponik



Gag ada uang abang tak disayang

Gag ada sinar matahari, adek tak berkembang.


       Sinar matahari menjadi kunci penting pertumbuhan tanaman Hidroponik. Tentu saja semua tanaman membutuhkan sinar matahari. Namun terlebih lagi bagi tanaman hidroponik, sinar matahari menjadi hal yang sangat penting. Contoh saja tidak seperti tanaman pisang atau ketela pohon yang dapat bertahan dengan baik saat cuaca kurang sinar matahari, kalau selada dan tanaman hidroponk lainnya akan terlihat jelas akibat kekurangan sianr matahari. Yaitu batang tanaman yang memanjang dan daun yang kecil tidak melebar.

        

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes