Geli, heran dan tak percaya...
Inilah reaksi saya ketika membaca
share-share tulisan seperi diatas. Mungkin bagi yang tidak kuliah dalam bidang
kesehatan akan langsung saja meng’Amin’ni artikel diatas, namun saya sebagai
orang kesehatan, terasa geli mendengarnya. Hubungannya itu lohh dimana??
Menusuk jari bisa slamatkan nyawa orang stroke. Lah wong masalahnya bukan karna
darahnya harus dikeluarkan, tapi pembuluh darahya kepala bocorr!
Hati-hati, sekali lagi hati-hati..
Banyak sekali saat ini informasi kesehatan yang ditulis sembarangan.
Bermodal kata-kata bombastis, Terbukti!!, Sebarkan!!, Jangan Lewatkan!!,
menjadikan seolah-olah informasi yang mereka sampaikan menjadi benar dan
bermanfaat. Padahal nyatanya tidak!! Jangan percaya!
Kenapa harus tidak percaya?
Karena artikel atau tulisan yang dibuat
tidak memiliki nilai kebenaran yang dapat dipertanggung-jawabkan. Suatu metode
penyembuhan agar dapat diaplikasikan kepada orang banyak tentu saja harus
melalui berbagai macam proses pegujian. Mulai dari teori atau ilmu yang
mendasari hingga percobaan kepada manusia. Membutuhkan waktu yang cukup lama
hingga bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun agar dapat dibuktikan bahwa
metode yang dikemukakan tersebut benar-benar dapat
dipertanggung-jawabkan.
Trus bagaimana cara kita mengetahui
informasi Kesehatan itu benar atau tidak?
1. Lihat siapa penulisnya. Dalam menulis sebuah artikel Kesehatan, tentunya
harus jelas siapa yang menulis. Info kesehatan bukanlah seperti info harga ponsel
yang tidak pasti atau dapat ditawar atau dikira-kira saja!. Dalam artikel kesehatan kita membahas masalah kesehatan seseorang yang bisa membahayakan nyawa orang tersebut. Sehingga penulis artikel kesehatan tentunya adalah mereka yang mengerti tentang artikel yang mereka tulis. Penulis Info
kesehatan yang bagus tentunya mereka yang pernah mendalami ilmu kesehatan itu sendiri,
seperti dokter, perawat, bidan dan mahasiswa kesehatan. Merekalah yang mengerti
apakah benar info itu sesuai atau bermanfaat. Merekalah yang tentunya memiliki nilai moral untuk memberikan info kesehatan yang bermanfaat bagi anda, bukan hanya untuk mengejar traffic pengunjung.
2. Cari peneltian yang terkait. Bila anda tidak yakin
dengan penulis artikel yang anda baca, coba cari referensi lainnya atau cara yang
paling bagus adalah dengan mencari artikel penelitian tentang hal tersebut. Sebagai contoh apabila anda ingin mencari kebenaran manfaat Bawang Hitam/Black Garlic untuk kesehatan, anda dapat mencari artikel ilmiah/hasil penelitian tentang Black garlic. Berikut adalah
contoh penelusuran penelitian tentang manfaat Black Garlic atau bawang hitam, dapat anda baca di link ini. Sehingga anda dapat mengetahu bagaimana contoh/format penelitian terhadap sesuatu (misal buah/sayur) yang benar dan dapat dipercaya.
3. Bertanyalah kepada temen yang tahu kesehatan.
Klarifikasi info yang anda baca dengan teman anda tadi, mereka dapat mengetahu
apakah info tersebut benar atau tidak.
4. Coba kita logika. Misalnya tadi adalah dengan mencoblos jari
penderita stroke, apakah ada kaitannya dengan masalah di kepala
(stroke itu sendiri)?!. Dasar masalahnya pun beda. Bila stroke adalah pecahnya
pembuluh darah dikepala, maka tentunya penanganan yang tepat adalah segera
memperbaiki aliran darah ke otak (yang dilakukan dirumah sakit). Dimanakah
hubungannya dengan mencoblos jari tangan?!.
Sekali lagi kita harus berpikir kritis dan
logika dalam mencermati informasi kesehatan yang beredar saat ini. Jangan
sampai informasi ksehatan yang kita terapkan ternyata info yang saah.
Seperti jargon yang sudah terkenal, buat anak kok coba-coba hehe...buat kesehatan kok juga coba-coba.
Salam sehat
0 komentar:
Post a Comment