Tuesday, March 17, 2020

Pembelajaran Online Isu End Of Life



Salah satu teori yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan adalah teori Peaceful End of Life. Teori Peaceful End of Life merupakan teori yang dikemukakan oleh dua orang wanita yang bernama Cornelia M Ruland dan Sherly M. Moore dengan menekankan bahwa upaya tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan pada klien dengan tujuan memberikan sesuatu yang positif seperti bebas dari rasa sakit, merasa nyaman, merasa dihargai dan dihormati, berada dalam kedamaian dan ketenangan, merasakan kedekatan dengan orang lain yang signifikan dan orang yang merawatnya dan juga merasakan kedekatan dengan orang lain yang signifikan dan orang yang merawatnya

Image result for end of life



1.       Teori “Peaceful end of life”.
Teori ini adalah informasi oleh sejumlah kerangka teoritis. Hal ini didasarkan terutama pada model klasik Donabedians struktur, proses dan hasil (Ruland &Moore, 1998) yang sebagian, dikembangkan dari teori besar pengaruh systems. Dalam teori peaceful end of life, pengaturan struktur adalah sistem keluarga (pasien sakit parah dan semua orang lain yang signifikan) yang menerima perawatan dari profesional pada unit rumah sakit perawatan akut.
Proses didefinisikan sebagai tindakan-tindakan (intervensi keperawatan) yang dirancang untuk mempromosikan positif hasil dari berikut:
a.       Bebas dari rasa sakit,
b.       Mendapatkan penghiburan,
c.       Mendapatkan martabat dan rasa hormat,
d.       Berada dalam kedamaian dan
e.       Mengalami kedekatan kepada orang lain yang signifikan dan mereka yang peduli.
Masalah Keperawatan berdasarkan kasus dalam aplikasi teori PEOL, diantaranya adalah:
a.    Nyeri
Pasien dengan penyakit terminal cenderung akan mengalami nyeri oleh karena penyakit yang dideritanya. Pada Bapak S apabila pasien tersebut mengalami  nyeri dapat dilakukan manajemen nyeri baik itu farmakologi  dan non-farmakologi. Terapi farmakologi pasien diberikan obat pengurang rasa nyeri dengan dosis yang disesuaikan dimana perawat melakukan kolaborasi dalam multidisiplin dengan profesi lain yaitu dokter dan apoteker.
Pemberian terapi non-farmakologis dapat diberikan sesuaikan dengan keadaan pasien yang didapat dari hasil pengkajian perawat. Contohnya terapi distraksi, apabila Tn. S senang mendengarkan musik, perawat dapat menyarankan kepada keluarga untuk menyediakan tape untuk mendengarkan musik yang disukai Tn. S. Ada berbagai macam terapi non-farmkologis diantaranya, teknis napas dalam, relaksasi progresif, guided imagery, hipnoterapy, back masase. Pada intinya semua terapinon-farmakologis dapat digunakan sesuai dengan kondisi klien, dimana diharapkan dengan terapi non farmakologis diharapkan tidak ada ketergantungan dengan terapi farmakologis sehingga tidak ada peningkatan dosis yang dibeikan dan efek samping yang ditimbulkan.
b.    Kekurangnyamanan
Perawat dapat menyarankan kepada keluarga Bapak S agar memberikan kebebasan kepada Bapak S untuk melakukan hal-hal yang disukainya, namun dilakukan sesuai dengan batas kemampuan dari Bapak S. Dari melakukan kegiatan yang disukai oleh Bapak S, diharapkan mampu memberikan rasa nyaman, juga mampu mengurangi nyeri yang dirasakan. Tetapi juga perlu diperhatikan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Kegiatan yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki  kualitas hidup Bapak S.
c.    Respektif 
Perawat memberikan konsul kepada keluarga agar memberikan perhatian lebih kepada Bapak S. Dapat juga seperti menemani Bapak S melakukan kegiatan yang disukai Bapak S, menemani mengobrol juga akan membuat  Bapak S sangat diperhatikan oleh keluarga.Yang terpenting dimana sanak keluarga dapat berkumpul menemani Bapak S dari mulai anak, cucu, saudara, dan orang-orang disekitarnya dimana adalah meningkatkan intensitas dan kehangatan dalam berkumpul dan berkomunikasi. Perawat dapat menyarankan keluarga untuk mendampingi Bapak S, mendampingi Bapak S saat sendiri, keluarga diharapkan lebih sering berkumpul untuk mendampingi Bapak S, diharapkan mampu menambah semangat Bapak S.
d.    Gangguan ideal diri : harga diri rendah
Perawat dapat menyarankan kepada keluarga untuk tetap menghormati maupun menghargai pendapat Bapak S seperti saat sehat dulu. Dapat juga Bapak S di ajak mengobrol tentang kesuksesan Bapak S dulu sewaktu masih muda. Sehingga diharapkan dapat menambah rasa percaya diri Bapak S.

A.   Sumber Teori
Teori The Peaceful End of Life (EOL) ini dibentuk oleh sejumlah kerangka teori (Ruland & Moore, 1998).  Teori ini terutama berbasis pada model Donabedian baik struktur, proses dan hasil, yang sebagian dibagun dari teory general sistem.  Pengaruh dari general sistem teori ini  meliputi dari tipe lain dari teori keperawatan, dari model middle conseptual  dan microrange teori_sebagai indicatol dari penggunaanya dalam mencelaskan kompleksitas dari interaksi perawatan kesehatan dan organisasi.  Pada teori EOL  ini, pengaturan stuktur adalah sistem keluarga (pasien dengan sakit terminal dan penyakit serius lainnya) yang menerima perawatan dari professional pada unit  perawatan akut  rumah sakit dan pross didefinisikan sebagai aksi (intervensi keperawatan) dibentuk untuk mempromosikan hasil yang positif melalui: 1. Bebas dari rasa sakit; 2. Kenyamanan; 3. Meningkatkan martabat dan rasa hormat; 4. Berada dalam kedamaian; 5. Mengalami kedekatan dengan mereka yang peduli.


B.   Konsep Mayor dan Definisi
1.    Terbebas dari Nyeri
Bebas dari penderitaan atau gejala disstres adalah hal yang utama diinginkan pasien dalam pengalaman EOL (The Peaceful End Of Life). Nyeri merupakan hal sensori yang tidak nyaman atau pengalaman emosi yang dihubungkan dengan aktual atau potensial kerusakan jaringan (Lenz, Suffe, Gift, Pugh, & Milligan, 1995; Pain terms, 1979).
Pengalaman Menyenangkan Nyaman/ atau perasaan menyenangkan didefinisikan inclusive, menggunakan Kolcaba dan Kolcaba’s  (1991) dalam pekerjaan adalah sebagai “Pembebasan dari ketidaknyaman, untuk mencapai bagian yang nyaman dan puas untuk tenang dan apapun yang membuat hidup menjadi mudah atau menyenangkan” (Ruland and Moore, 1998, p 172).
Pengalaman martabat (harga diri) dan kehormatan Setiap akhir penyakit pasien adalah “Ingin dihormati dan dinilai sebagai manusia” (Ruland & Moore, 1998,p, 172). Di konsep ini memasukkan ide personal tentang nilai, sebagai ekspresi dari prinsip etik  otonomi atau rasa hormat untuk orang, yang mana pada tahap ini individu diperlakukan sebagai orang yang menerima hak otonomi, dan mengurangi hak otonomi orang sebagai awal untuk proteksi (United states, 1978).
2.    Merasakan Damai
Damai adalah “Perasaan yang tenang, harmonis, dan perasaan puas, (bebas) dari kecemasan, kegelisahan, khawatir, dan ketakutan” (Ruland & Moore, 1998, p 172). Tenang meliputi fisik, psikologis, dan dimensi spiritual.

3.    Kedekatan untuk kepentingan lainnya
Kedekatan adalah “Perasaan menghubungkan antara antara manusia dengan orang yang menerima pelayanan” (Ruland & Moore, 1998, p 172). Ini melibatkan kedekatan fisik dan emosi yang diekspresikan dengan kehangatan, dan hubungan yang dekat (intim).

4.    Use of Empirical Evidence
Teori end of life (EOL) atau pengakhiran hidup dengan damai berdasar dari kejadian yang empiris baik dari pengalaman perawat professional maupun dari review literature yang berkaitan dengan variable teori. kelompok yang terdiri dari perawat professional/ahli yang mengembangkan standar perawatan pada teori peaceful EOL mempunyai pengalaman klinik paling sedikit 5 tahun dalam menangani pasien dengan penyakit terminal. Standar perawatan yang didapat dari praktek dam literature review tersebut terdiri dari pain management, kenyamanan, nutrisi, dan relaksasi. Sudut pandang teori ini mencakup beberapa tujuan yang berhubungan dengan kejadian empiris yang berhubungan. Oleh karenanya, hipotesis yang eksplisit dapat diturunkan dari pernyatan yang saling berhubungan tersebut secara mudah untuk di tes atau untuk kepentingan mereka. perlu dicatat bahwa pengarang dari standar perawatan dan teori EOL tersebut  berusaha untuk membahas beberapa aspek dan dijelaskan dengan gambling, konsep yang bisa diobservasi dan hubungan yang menunjukan arah perawatan.
5.    Major Assumptions
Keperawatan, Orang (pasien), Lingkungan, dan Kesehatan (Sehat-Sakit)
Karena teori Peaceful EOL diturunkan dari standar perawatan yang ditulis oleh tim perawat ahli dan professional yang sudah bepengalaman menghadapi kasus terminal, konsep metaparadigm mengikuti sifat dari fenomena keperawatan, perawatan yang kompleks dan holistic dibutuhkan sebagai syarat bisa terjadi peaceful EOL.
2 asumsi dari teori Ruland dan Moore (1998) adalah sebagai berikut:
a.    Kejadian dan perasaan pada perawatan peaceful EOL bersifat personal dan individual, sangat subjektif.
b.    Peran perawat sangat penting dalam menciptakan kondisi peaceful EOL. Perawat mengkaji dan menganalisa petunjuk atau data yang menggambarkan pengalaman seseorang tentang EOL yang diharapkan olehnya serta member intervensi yang sesuai untuk meningkatkan atau menjaga keadaan peaceful, bahkan pada pasien yang sekarat atau menjelang ajal dan tidak bisa berkomunikasi verbal.
Dua asumsi tambahan yang implicit atau tidak dituliskan secara langsung adalah:
a.    Keluarga, adalah istilah yang mempengaruhi semua secara signifikan, merupakan komponen penting dalam peaceful EOL
Tujuan dari peaceful EOL bukan untuk mengoptimalkan perawatan, yang biasanya lebih kearah memberikan yang terbaik, perawatan paling canggih, yang biasanya mengarah kepada over treatment atau terlalu banyak diberi treatment. Tujuan dari perawatan EOL adalah memaksimalkan treatment, yang berarti memberikan yang terbaik yang masih mungkin bisa diterima, menggunakan teknologi yang memberikan kenyamanan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai kematian yang damai dan sukses


Pertanyaan Untuk Mahasiswa :

Nomor 1-5 : Apakah inti dan tujuan dari teori End of Life ini?
Nomor 6-10 : apakah keuntungan dan kekurangan pengaplikasian teori end of life ke pasien yang akan meninggal?
Nomor 11-20 : Bagaimana pelayanan end of life di tempat anda masing-masing?
Nomor 20 keatas : kemukakan gagasan pelayanan end of life anda yang dapat diplikasikan di tempat anda.


Video referensi :
https://www.youtube.com/watch?v=nyPZEtCa88k

Pembelajaran Online Triage



Triage adalah suatu konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan suatu cara yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan serta fasilitas yang paling efisien dengan tujuan untuk memilih atau menggolongkan semua pasien yang memerlukan pertolongan dan menetapkan prioritas penanganannya (Kathleen dkk, 2008).

Image result for triage

Tugas untuk Mahasiswa :

Absensi 1-5 : Tuliskan apa tujuan dan fungsi Triage

Absenisi 6-10 : Berikan argumentasi apakah Triage sudah dilaksanakan di Indonesia baik di puskemas ataupun di UGD RS.

Absensi 11-20 : Per-mahasiswa berikan satu contoh sistem Triage yang ada di dunia, tidak boleh sama. Tuliskan kelebihan sistem triage tersebut

Absensi 21-30 :  Sistem Triage apa yang sebaiknya diterapkan di Indonesia? sertakan alasan.

Absensi 31- 40 : Terjadi sebuah kecelakaan, terdapat dua korban. Korban pertama : sadar, terdapat fraktur pada kaki kanan, tidak ada jejas luka pada bagian kepala, korban merintih kesakitan. Korban kedua : tidak sadarkan diri, terdapat jejas dan luka pada bagian abdomen, jejas pada lengan kanan. Korban manakah yang lebih prioritas untuk dibawa ambulan? sertakan alasannya.

Absen 41-50 : buka link ini : https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1197/j.aem.2005.03.026
kemukanan masalah apa saja yang ada di jurnal tersebut. Apa saja yang menjadi masalah di Triage.

Absen 51 keatas : buka link ini http://www.jept.ir/article_46516_78596829ae0ec85c2f9f1d03ec4ecf1a.pdf, sebutkan masalah yang ada dalam jurnal tersebut



Tuesday, March 10, 2020

AMBULASI DINI DAN MOBILISASI KLIEN



Ambulasi dini adalah suatu pergerakan dan posisi untuk melakukan suatu aktivitas atau kegiatan ketahap mobilisasi sebelumnya untuk mencegah komplikasi pasca bedah. Ambulasi dini yang merupakan pengembalian secara berangsur – angsur ke tahap mobilisasi sebelumnya untuk mencegah komplikasi. 
Ambulasi juga di artikan sebagai Peningkatan dari pemberian bantuan dengan cara berjalan untuk mempertahankan fungsi tubuh selama pasien dirawat dan selama fase penyembuhan. Mobilisasi dini adalah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan. Mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting pada fungsi fisiologis karena hal itu esensial untuk mempertahankan kemandirian. Dengan berbagai pengertian disimpulkan bahwa mobilisasi dini adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi fisiologis (Indonesia nursing, 2008).

Untuk Mahasiswa :
Absen nomer 1- 5 : Silahkan jawab dengan bahasa masing-masing, apa kegunaan Mobilisasi dini pada pasien.
Absen nomer 6-10 : Apa syarat pasien dapat melakukan Mobilisasi dini dan apa kontraindikasinya?
Absen nomer 11-15 : Mengapa sampai saat ini mobilisasi dini pada pasien jarang dilakukan?
Absen nomer 16-20 : Silahkan cari link tatalaksana mobilisasi klien terbaru
Absen nomer 21-25 : Silahkan cari hasil penelitian berkaitan dengan mobilisasi klien, cantumkan link.

Setiap mahasiswa menjawab di Kolom Komentar dengan menyertakan Nama dan NIM. Terimakasih, terakhir hari Kamis pukul 20.00.





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes