Sunday, February 12, 2017

Kesulitan dalam berhidroponik selada, sawi dan tomat



1. Selada



       Kesulitan saya  bertanam selada selama ini adalah mengenai ketersediaan sinar amtahari. Memang bila kita hanya menanam selada sebagai Hobi tidak ada masalah yang mengganggu walau sinar matahari kurang. Selada akan tetap tumbuh dan disaaat matahari bersinar cerah, daun selada akan mekar. Namun bila kita menginginkan selada yang terlihat bagus seperti yang dijual di supermarket, maka ketersediaan sinar matahari sangat mempengaruhi. Dan bukan hanya ketersediaan matahari, tetapi juga intensitas cahaya matahari itu sendiri. 
    Bila sinar matahari kurang, maka batang selada akan memanjang. Semakin lama sinar matahari kurang, maka semakin panjang juga batang selada tersebut. Hal ini tentu memperburuk penampilan dari selada itu sendiri, dan bila dimasukkan ke pasar maka akan ditolak. Kemudian intensitas cahaya. Bila selada langsung terkena sinar matahari terik, maka sebagian daunnya akan layu dan bahkan sampai mengering. Saya belum tau apakah ini karena jumlah ppm nutrisi saya kurang atau memang seperti itu. 


tanda merah menunjukkan daun yg rusak karena sinar terik berlebih.

    Selada selama saya menanam lebih cenderung kuat terhadap penyakit. tidak saya dapatkan penyakit-penyakit seperti pada tanaman tomat atau cabe seperti virus, kutu atau layu fusarium atau bahkan semut-pun tidak mendekai selada. 



2. Sawi


     Sampai saat ini masih sedikit pengalaman saya dengan sawi, sehingga masih belum banyak memberi informasi. Namun dari beberapa kali saya mengamati, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ppm nutrisi yg kita berikan. Sawi membutuhkan nutrisi hingga 1000ppm. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan selada. Bila sawi kekurangan nutrisi, dia jadi lebih mudah untuk berwarna kekuningan daunnya. Ini salahsatu hal yang sering ditemui pada tanaman sawi. Bila tanaman sawi anda menguning, coba tambahkan nutrisinya atau koreksi sesuai ketentuan. 


3. Tomat



      Nah ini, nah ini hahahaha....gimana ya...sbenarnya masalahnya cuma satu, tapi sati gerombolan maksudnya hahahah....masalahnya adalah penyakit yang menyerang tomat. Dan penyakitnya itu jumlahnya banyak dan beragam. Untuk masalah sianr matahari tidak masalah tidak dapat banyak sinar, tomat masih bisa tumbuh. namun masalah penyakit tomat ini benar benar susah untuk dikendalikan. Mulai dari kutu putih yang bersarang dibawah daun, hingga semut dan penyakit yang tidak terlihat membuat daun kuning, layu dan mati. Anda bisa melihat di google atau web lain daftar lengkap penyakitnya/
    Masalah lain adalah ketersediaan air. Pengalaman saya menanam di polybag dengan media tanah kemarin, tomat sangat rentan terhadap ketidakadaan air. satu hari saja tidak dapat pasokan air, tanaman langsung layu. Tapi JANGAN KHAWATIR, tomat tidak mati kok. Bila anda langsung siram, kira-kira 2-3 jam kemudian tanaman tomat akan kembali segar. Daunnya akan kembali mengembang yang sebelumnya layu dan menutup. Masalah ini saya temui ketika saya harus keluar kota 2 hari. Begitu kembali saya lemas melihat tanaman saya yng juga lemas. Tapi saya coba langsung siram saja dan kembali normal. Jadi bila anda keluar kota atau tidak sempat menyiram tomat anda, coba minta bantuan orang lain atau coba pakai sistem irigasi tetes.
    Cerita lengkap penanaman tomat saya dapat dilihat disini PERKEMBANGAN TANAMAN TOMAT MULAI SEMAI HINGGA PANEN

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes